Kemelut mahar Rp 200 miliar bikin Hanura bergelut

Oesman Sapta Odang (OSO) dengan penuh emosional mengkonfirmasi kepada sang sekjen Hanura Sarifuddin Sudding tentang isu penggelapan dana Pilkada serentak 2018. Muncul kasak kusuk di internal bahwa duit hasil persiapan pemilu kepala daerah dikuasai OSO seorang diri. Wakil Ketua MPR itu disebut tidak transparan mengelola dana partai.

OSO marah saat menanyakan isu penggelapan uang itu kepada Sudding. Sudding dipanggil ke kantor Hanura City Tower, Thamrin, Jakarta, pekan lalu. Pembahasan berjalan alot, keduanya saling adu argumen tak ada yang mau mengalah. Hingga akhirnya, OSO secara lisan memutuskan untuk memecat Sudding dari jabatan sekjen. BEST PROFIT

Prahara pecahnya Hanura muncul ke publik pada Senin 15 Januari lalu. Sarifuddin Sudding bersama dengan para petinggi partai lainnya, Soebagyo HS, Nurdin Tampubolon, Dadang Rusdiana menggelar rapat di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. Keputusan sudah bulat, melengserkan OSO dari jabatan ketua umum.

Kubu ini mengklaim didukung 27 DPD Hanura dan ratusan pengurus DPC. OSO dinilai telah melanggar AD/ART partai dan pengurus daerah telah mengajukan mosi tidak percaya. Marsekal Madya Daryatmo pun ditunjuk sebagai plt ketua umum untuk melakukan persiapan munaslub.

Di hari yang sama, OSO dan para loyalisnya menggelar rapat verifikasi faktual di Hotel Manhattan, Jakarta. Selain bahas verifikasi, rapat di situ juga menyinggung tentang isu mahar Pilkada serentak 2018 yang nilainya mencapai Rp 200 miliar.

Dalam rapat tertutup, OSO marah disebut menggelapkan uang. Dengan gayanya yang meledak-ledak, OSO menegaskan, dirinya orang berduit dan tak mungkin memalak para calon kepala daerah yang ingin mencalonkan diri sebagai kandidat di Pilkada 2018. Apalagi memakan uang partai untuk kepentingan pribadi.

Seorang sumber yang hadir dalam rapat itu mengungkapkan, OSO merasa difitnah. Salah satu orang yang disebut menyebarkan isu itu adalah Sudding. OSO juga telah menelepon Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto. Dia menanyakan, berada di kubu mana Menko Polhukam itu. Namun dari penjelasan di telepon, Wiranto hanya memihak kepada AD/ART partai.

Advertisements

Ditinggal salat di masjid, mobil ustaz dirusak orang gila

Saat berlangsung salat zuhur di Masjid Nurul Ittihad di Jalan Petta Punggawa, Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis, (18/1), sebuah mobil tiba-tiba dirusak oleh seseorang. Kaca pintu sebelah kanan mobil dipecah. PT BESTPROFIT

Awalnya warga setempat mengira jika mobil milik seorang ustaz ini dirusak oleh pelaku pencurian. Namun setelah ditelusuri, ternyata pelakunya adalah Akbar, warga yang tinggal di sekitar masjid yang punya kelainan jiwa alias gila. BEST PROFIT

AKBP Hotman Sirait, Wakapolrestabes Makassar yang dikonfirmasi pagi ini, Jumat, (19/1) menjelaskan, kaca mobil itu dipecah bukan karena aksi pencurian melainkan karena ulah Akbar.

“Anggota kita sudah cek ternyata Akbar yang kondisi jiwanya kurang normal alias kurang waras itu pelakunya. Dia pecahkan kaca mobil dengan melemparinya batu bata,” kata Hotman Sirait. BESTPROFIT

Ustaz Arafah pemilik mobil tidak mempermasalahkan kejadian itu dan tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Namun Haji Sahar kerabat dari Akbar memberikan uang pengganti ke Ustaz Arafah sebesar Rp 800 ribu. PT BESTPROFIT FUTURES

Pelaku utama persekusi sejoli di Cikupa terancam 12 tahun penjara

Berkas perkara kasus persekusi sejoli R (28) dan M (20) telah dilimpahkan polisi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang. Pelaku utama Komarudin Bin Admui Usman (41) terancam hukuman 12 tahun penjara. BESTPROFIT

Komarudin merupakan ketua Rukun Tetangga (RT) di Kampung Kadu, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dia dijerat dengan pasal berlapis, yakni UU Pornografi, Pasal 170 KUHP, tentang Pengeroyokan dan Pasal 335 KUHP, tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

“Dakwaannya kita tetapkan secara kumulatif. Pelaku utama ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Rahmadhy Seno kepada merdeka.com, Senin (15/1).

Lima tersangka lain, yakni Gunawan Saputra Bin Uci Sanusi, Nuryadi Bin Senin Saumin, Suhendang Bin Hasan, Iis Suparlan Bin Suratma dan Anwar Cahyadi Bin Suanta dijerat pasal 170 KUHP dan pasal 335 KUHP.

“Berkas perkara keenam tersangka dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” tuturnya.

Untuk satu tersangka berinisial GS (18) saat ini berkasnya masih dirampungkan. GS pengunggah video yang akhirnya viral di media sosial. Berkasnya dibuat secara terpisah oleh penyidik Polresta Tangerang. Dia dikenai UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Berkas masih belum lengkap, jaksanya juga beda,” tandasnya.

Seperti diketahui, kejadian tragis menimpa R dan M terjadi pada Jumat (10/11) malam. Sejoli ini diarak warga di Jalan Peusar, Kampung Kadu, RT 07 RW 03 Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Tidak ditemukan bukti jika pasangan ini mesum di kontrakan. Kini keduanya telah resmi menjadi pasangan suami istri.

Terlibat jaringan pengedar sabu, Karutan Purworejo jadi tersangka

Ulah bandar sabu Christian Jaya Kusuma alias Sancai kembali memakan korban. Kali ini, Badan Narkotika Nasional menangkap Kepala Rumah Tahanan Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto. Dia diduga terlibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diotaki oleh Sancai. BESTPROFIT

“Ya benar. Ditangkap oleh petugas gabungan BNN dan BNN Provinsi Jawa Tengah pada pukul 13.00 WIB, Senin, 15 Januari 2018 di Purworejo,” kata Kabid Pemberantasan BNN Jateng, AKBP Suprinarto ketika dikonfirmasi, Selasa (16/1).

Suprinarto menyatakan, saat ini Cahyono sedang menjalani pemeriksaan intensif di kantor BNNP Jateng. Cahyono sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Sedang jalani pemeriksaan dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Sebagai barang bukti, BNN menyita uang ratusan juta yang diduga berasal dari Christian Jaya Kusuma alias Sancai. Sancai merupakan narapidana kasus narkotika yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Pekalongan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anggota Direktorat Reserse, Narkotika, dan Obat-obatan Berbahaya Kepolisian Daerah Jawa Tengah, AKP KW. AKP KW ditangkap atas kepemilikan sabu seberat satu gram oleh Paminal Polda Jateng pada Jumat, 1 Desember 2017 di sebuah rumah makan di Semarang.

Suprinarto mengatakan kasus ini selanjutnya akan ditangani BNN Pusat. “Nanti keterangan lengkap di BNN Pusat,” ucapnya.

Wabah campak melanda Kabupaten Asmat, 59 balita meninggal dunia

Wabah penyakit campak dan gizi buruk melanda Kabupaten Asmat, Papua. Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat mencatat 471 anak dari 23 distrik positif terkena campak. Dari angka tersebut, 59 balita meninggal dunia. PT BESTPROFIT

“Dari informasi atau data dari Dinkes Kabupaten Asmat yang terbaru yang kami terima pada Senin (16/1), sebanyak 59 balita meninggal karena campak, terhitung sejak September 2017 hingga 15 Januari 2018,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai, Senin kemarin. Dikutip dari Antara.

Dinkes Papua menyarankan Dinkes Asmat agar melakukan imunisasi untuk merespons kejadian luar biasa (KLB) serta pemberian makanan tambahan dan juga vitamin A untuk mengatasi wabah tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Papua dr Aaron Rumainum melanjutkan, pemberian vitamin A dalam dua dosis selama dua hari, sekaligus penguburan status gizi. Pemberian makanan tambahan untuk balita gizi buruk dan juga gizi kurang.

Kemudian jangka menengah yakni harus dilakukan imunisasi besar-besaran di 2018 di seantero Kabupaten Asmat.

“Jadi bukan hanya imunisasi campak saja, tetapi difteri, tetanus, hepatitis B dan BSG untuk penyakit tuber kulosis (TB), juga harus imunisasi,” ujarnya.

Uskup Keuskupan Agats, ibu kota Kabupaten Asmat Mgr Aloysius Murwito mengatakan kondisi kesehatan masyarakat di sana masih rendah. “Dalam kunjungan saya ke sejumlah kampung sering dijumpai petugas puskesmas pembantu tidak di tempat. Sementara hubungan antara kampung dan puskesmas jauh dan hanya bisa ditempuh dengan transportasi air,” kata Aloysius.

Aloysius mengatakan, tidak ada jalan darat di Asmat. Kebijakan yang bagus dari pimpinan daerah sering kurang maksimal dilaksanakan di kampung karena dedikasi petugas dan juga alat komunikasi yang amat kurang.

“Belum ada jaringan komunikasi antarkampung dan pusat kampung kecuali dua pusat distrik,” ujarnya lagi.

Menurutnya, makanan yang bergizi juga kurang, sayuran terbatas. Tidak setiap hari dapat ikan. Karena itu, gizi ibu kurang dan air susu ibu menjadi kurang kualitasnya.

“Di daerah Asmat ini saya kira sekitar 40 persen kondisi kesehatannya masih di bawah standar normal,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, program imunisasi belum menjangkau setiap anak di kampung, kini terkena wabah campak menyerang anak-anak. Hal ini menandakan kondisi kesehatan semakin kritis.

Ia menuturkan, distrik-distrik yang dekat dengan pusat kabupaten, masyarakatnya lebih sehat karena lebih mudah dapat uang dari penjualan ikan dan kesadaran akan hidup sehat lebih baik. Tetapi masyarakat yang hidup di kampung-kampung di pedalaman yang minim akses, lebih sulit dalam mengelola hidup sehat.

“Waktu saya pimpin ibadah hari Minggu lalu, di Ewer Dekat Agsts, nampak anak-anak lebih sehat dan ceria,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan mengirimkan tim tenaga kesehatan maupun pendampingan untuk menangani kasus campak dan gizi buruk di Asmat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo menjelaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudah bertindak dalam menangani kasus campak dan gizi buruk.

“Kementerian Kesehatan akan bantu, akan ada bantuan baik logistik, SDM, maupun pendampingan yang lain,” kata Bambang.

Kementerian Kesehatan menyiapkan tim yang akan melakukan visitasi, supervisi dan pendampingan bagi tenaga kesehatan di Asmat.

Mengukur efektivitas menggaet artis demi raup suara di Pilkada

Beberapa para calon kepala daerah masih mengandalkan strategi lawas untuk kampanye. Menggaet artis. Contohnya Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kang Emil sapaan akrabnya, berencana menggandeng sejumlah artis untuk menjadi juru kampanye (jurkam). Artis ibu kota seperti Syahrini dan Raffi Ahmad bakal diandalkan untuk menarik perhatian masyarakat.

Kalau Syahrini kelihatannya sudah mau (jadi jurkam). Raffi Ahmad juga keliatannya mau. Banyak artis Jakarta juga,” ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (15/1). BEST PROFIT

“Via Vallen sudah sama Jawa Timur, tapi mudah mudahan masih bisa (jadi jurkam di Jabar),” kata Emil menambahkan.

Emil juga berencana menggandeng artis lokal untuk menjadi juru kampanye pasangan ‘Rindu’ (Ridwan Kamil-Uu). Dia menyebut nama penyanyi Doel Sumbang yang dipastikan menjadi salah satu jurkam pasangan Rindu.

“Doel Sumbang salah satunya, nanti akan bikin jingle atau lagu,” katanya.

Tidak hanya Ridwan Kamil. Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf juga sudah menggandeng penyanyi dangdut yang namanya sedang naik daun yakni Via Vallen dan Nella Kharisma. Keduanya direkrut untuk menggoyang pesta demokrasi Pilgub Jatim mendatang.

“Kami menyebut keduanya tim khusus dari timses Cagub-Cawagub (Gus Ipul-Mbak Puti),” ujar Sekretaris Tim Pemenangan, Sri Untari di Surabaya, Jumat (12/1) lalu.

Alasan digandengnya kedua artis moncer ini untuk menarik perhatian pemilih milenial. Menurut data, suara pemilih milenial mencapai 14 juta.

“Oleh karena itu, mereka perlu disapa. Langkah tercepat dengan yang seusia dengan mereka dan dengan gaya mereka,” tambahnya.

Namun, seberapa efektif menggaet artis demi meraup suara dalam pemilihan kepala daerah? Pengamat politik Unpad Muradi menilai, strategi pemenangan dengan menggandeng artis adalah langkah panik dan menyalahi esensi pemenangan politik. Dia menyayangkan strategi para calon pemimpin daerah yang masih mengandalkan popularitas artis untuk meraup suara.

Menurutnya, seharusnya visi-misi program yang dijual, bukan artis. Kalau artis yang ditampilkan, pemilih seolah membeli dagangan. Dia mengibaratkan, pemilih membeli karena ada yang menarik.

“Demokrasi itu kan kontrak politik, pilih seseorang karena punya kapasitas bukan karena artis,” jelas Muradi saat berbincang dengan merdeka.com, semalam.

Dalam pandangan Muradi, saat ini musim kampanye door to door. Menyapa dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Menurutnya, itu lebih efektif ketimbang menjual figur artis. Sebab, kehadiran artis dalam kampanye calon kepala daerah pada hakekatnya hanya sebagai pemanis dan pendukung saja. Tetap saja masyarakat harus diberi pendidikan bahwa faktor utama adalah visi misi dan program calon pemimpin daerah.

“Paling yang dibangun adalah persepsi artis dukung calon tertentu. Lebih efektif mendorong kampanye dooor to door karena yang dibangun karakter calon pemimpin. Calon kepala daerah harus memberikan pendidikan politik ke masyarakat,” jelasnya.

Lantai Gedung BEI Ambrol, IHSG Sesi II Dibuka Menguat

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT Perdagangan di Bursa Efek Indonesia ( BEI) tetap berjalan normal pasca ambrolnya lantai di Tower II Gedung BEI, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada pembukaan sesi II dibuka menguat.

IHSG dibuka pada level 6.373,41. Angka ini menguat 3,345 poin atau 0,053 persen. BEST PROFIT

Continue reading Lantai Gedung BEI Ambrol, IHSG Sesi II Dibuka Menguat