Arema FC inginkan striker seperti Ilija Spasojevic sebagai pengganti Thiago Furtuoso

Setelah mendatangkan dua pemain baru, kini Arema FC sedang menunggu dua pemain asing sebagai pengganti Ahmet Atayev dan Thiago Furtuoso yang sudah dilepas. Dilansir dari Bola.com, Pelatih Arema FC Milan Petrovic sendiri membahas bahwa dia membutuhkan striker dengan spesifikasi tertentu sebagai pengganti Thiago Furtuoso. PT BESTPROFIT

“Striker saya inginkan tidak sekadar bagus. Tapi, harus luar biasa. Sebagai contoh, saya ingin penyerang bertipikal seperti Ilija Spasojevic,” katanya. BESTPROFIT

Dia mencontohkan striker Bali United yang biasa disapa Spaso itu karena kuat dan bertipikal targetman. Selain itu, bisa menahan bola sebagai tembok untuk memberikan ruang kepada pemain sayap cepat seperti Rivaldi Bawuo dan Dedik Setiawan. BEST PROFIT

Hanya, Milan tidak memaksa Arema untuk menarik Spaso dari Bali United. Nilai kontraknya tergolong besar mengingat dia kini sudah berstatus sebagai pemain naturalisasi Indonesia.

“Tapi, penyerang baru ini harus saya lihat dulu karena saya ingin amati kualitasnya dengan status seleksi. Kecuali Arema datangkan Cristiano Ronaldo atau Karim Benzema, tentu tidak perlu seleksi kalau dua pemain itu,” canda pelatih asal Slovenia itu.

Dari informasi yang diterima Bola.com, penyerang tersebut berasal dari negara Asia karena slot pemain asing non Asia akan digunakan untuk posisi gelandang.

“Waktu pulang ke Slovenia beberapa waktu lalu, saya tidak menemukan striker yang luar biasa. Jadi, saya serahkan kepada manajemen untuk mencarikan. Tapi, harus lewat tahapan seleksi,” imbuhnya.

Sampai saat ini manajemen Arema belum dapat banyak masukan sehingga mereka membuka pintu untuk agen pemain menawarkan striker sebanyak-banyaknya.

“Masih ada waktu sampai 2 Agustus (batas akhir transfer window). Semoga ada pemain yang sesuai dengan kebutuhan pelatih,” kata Ruddy Widodo, General Manager Arema.

Saat ini Singo Edan memang tidak punya striker targetman. Berbeda dengan musim lalu, Arema punya Cristian Gonzales. Tetapi, Gonzales awal musim ini hengkang ke Madura United dan dilanjutkan dengan peminjaman ke PSS Sleman.

Advertisements

Hadapi Perang Dagang Trump, Jerman Ingin Bangun Aliansi dengan Cina

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT Kanselir Jerman Angela Merkel menyambut kedatangan Perdana Menteri Cina Li Keqiang hari Senin di (9/7) Berlin. Kedua negara ingin meningkatkan kerjasama ekonomi menghadapi perang dagang AS.
Dalam konsultasi tingkat tinggi di Berlin, Jerman dan Cina ingin mencari strategi yang lebih terkoordinasi dalam menanggapi perang dagang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump.

Mingu lalu, konflik perdagangan antara AS dan Cina meruncing, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor yang lebih tinggi terhadap berbagai barang teknologi yang diimpor dari Cina. BEST PROFIT

Continue reading Hadapi Perang Dagang Trump, Jerman Ingin Bangun Aliansi dengan Cina

Mesin politik PDIP dinilai yang terburuk di Pilkada 2018

BESTPROFIT Kontestasi pemilihan kepala daerah 2018 secara serentak di 171 daerah menjadi pukulan telak bagi partai penguasa, PDIP, setelah mengalami kekalahan di 11 provinsi. Kekalahan itu menurut Direktur pusat studi sosial politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun diakibatkan dari buruknya kerja mesin politik partai berlambang kepala Banteng. BEST PROFIT

Usai menghadiri satu diskusi, di Jakarta Pusat, Ubedilah mengatakan, PDIP dinilai tidak cukup gesit dengan partai politik menengah sekelas NasDem, ataupun PAN. Yang mana, partai politik kelas menengah itu justru memanfaatkan strategi politik untuk kemenangan di 2019 mendatang. PT BESTPROFIT

“Kalau boleh saya sebutkan PDIP dan Gerindra itu mesin politiknya terburuk untuk Provinsi ada yang kerja-kerja mesin politiknya buruk karena presentasinya kan kecil dari perolehan kontestasi provinsi,” ujar Ubedilah, Sabtu (30/6).

Buruknya kerja mesin politik PDIP, menurut Ubedilah, terbukti apabila disandingkan dengan perolehan suara pasangan calon Gubernur Jawa Barat dan Wakilnya, Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Di awal masa deklarasi hingga kampanye, pasangan yang didukung oleh Gerindra, PKS, dan PAN itu tidak cukup diperhitungkan dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat.

Namun di akhir, justru pasangan calon nomor urut 3 itu melejit dengan posisi kedua di bawah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Faktor tesebut dikatakan Ubedilah berasal dari kerja mesin politik di masa-masa akhir kampanye dan berhasil menempatkan posisi terbaik.

Sementara posisi TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang didukung PDIP tak merangkak naik. Atau tetap berada di posisi buncit dari empat pasang calon di Pilgub Jawa Barat.

“Peran tokoh nasional tidak terlalu signifikan. Apa yang paling signifikan di kasus Jawa Barat yang menaikkan elektoral mereka adalah mesin politik dan kami melihat mesin politik bekerja itu justru di akhir-akhir kampanye itu dasar sekali kami meneliti di hampir seluruh Jawa Barat ada kerja kerja mesin partai itu yang muncul di lapangan,” ujarnya.

4.150 Pasukan oranye dan Damkar dikerahkan cari buaya perairan DKI

PT BESTPROFIT Kehadiran buaya yang muncul di Jakarta membuat Pemprov DKI ikut turun tangan. Sekitar empat ribu petugas pasukan oranye UPK Badan Air diturunkan untuk mencari predator yang berkeliaran itu. BEST PROFIT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Isnawa Adji menyampaikan, tidak hanya buaya. Hewan lain seperti ular atau pun biawak yang membahayakan manusia juga akan ditangani untuk dibiarkan hidup jauh dari lingkungan aktivitas warga.

“Intinya kami kan punya 4150 pasukan oranye di kali, sungai, waduk, dan danau ya kan. Selain kami imbau untuk hati-hati karena mereka sering ketemu ular, biawak. Ular kan paling banyak di semak-semak,” tutur Isnawa saat dikonfirmasi, Sabtu (30/6/2018). BESTPROFIT

Menurut Isnawa, pasukan oranye yang turun tidak dimaksudkan melakukan aksi penangkapan yang dinilai berbahaya. Tetap harus berkoordinasi dengan pihak terkait yang terbilang mampu menangani buaya.

“Timnya Pak Bejo Damkar kan lagi turun, tim nya lagi di Grogol melakukan penyisiran. Nah kalau saya mungkin akan kerahkan pasukan oranye untuk mengamati. Jangan sampai fenomena ini ada di Jakarta lagi, tetap harus dicek, diwaspadai kan. Dan saya nanti minta kalau di kali penghubung kan kecil, tapi kalau dia di sungai-sungai yang besar, mereka kerjanya berkelompok. Jangan sendiri,” jelas dia.

Ada dugaan bahwa buaya yang muncul di sejumlah wilayah Ibu Kota merupakan peliharaan seseorang. Hanya saja, bisa kemungkinan kabur atau bahkan sengaja dilepaskan.

“Pak Gubernur (Anies Baswedan) juga bilang kan, yang melihara buaya agar lapor. Jangan karena udah nggak bisa kasih makan, karena makannya banyak, terus diceburin aja. Itu kan bahaya,” Isnawa menandaskan.

Isnawa mengaku, sejak awal UPK Badan Air terbentuk yakni pada 2013 silam, tidak pernah ada laporan keberadaan buaya di lingkungan warga Ibu Kota.

“Sebenarnya gini, tidak hanya buaya. Sejak empat tahun terakhir, Dinas Lingkungan Hidup kan melakukan pembersihan kali, sungai, waduk, danau, fenomenanya ekosistemnya membaik,” tutur Isnawa.

Menurut Isnawa, kondisi lingkungan sungai yang tadinya jorok, kumuh, bau, dan penuh sampah, sekarang menjadi lebih baik dan terpelihara. Bahkan anak-anak pun jadi semakin senang mandi di danau dan banyak warga yang kembali memancing.

“Yang namanya ekosistem kembali pulih, ketemu ular, ikan, kupu-kupu lagi. Di Ciliwung itu satwa-satwa khas Ciliwung seperti kura-kura, bulus, mulai ada lagi. Dulu banyak sampah, tercemar, dia tidak mau keluar,” jelas dia.

Meski ekosistem membaik, lanjut Isnawa, buaya yang mendadak muncul itu tidak dapat diprediksi asalnya. Selain dugaan peliharaan warga yang kabur atau sengaja dilepas, bisa juga binatang itu pada dasarnya memiliki tempat tinggal yang memang tersembunyi.

Tidak menutup kemungkinan juga buaya tersebut datang dari rawa. Dia mencari habitat dan lokasi berburu makanan yang lebih baik.

“Mungkin dia ada lubangnya, nggak pernah keluar selama ini, kita nggak tahu juga kan apa keluarnya malam doang. Tapi sejak ekosistem membaik, kok pada keluar. Seperti di Ancol ketemu, di Grogol ketemu. Kalau soal habitatnya menurut saya sih agak susah juga. Harus penelitian ahlinya juga,” Isnawa menandaskan.

Hadiri pameran pertanian, Jokowi diminta sepeda oleh pengunjung

Presiden Joko Widodo menghadiri acara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Sabtu (30/6). PT BESTPROFIT

Jokowi datang menggunakan setelan kemeja putih dan celana bahan hitam dan didampingi oleh Ketua Umum HKTI, Moeldoko. BESTPROFIT

Kedatangan Jokowi langsung disambut antusias peserta pameran bertema Transforming Challenges into Opportunities: Agricultural Innovation and Food Security’ ini. BEST PROFIT

“Pak, sepeda Pak,” ungkapnya beberapa pengunjung sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan mantan Walikota Solo ini.

Sambil berjabatan tangan dengan pengunjung dan peserta pameran, Jokowi berkeliling area pameran untuk mengunjungi stand-stand pameran yang ada.

Kamp transit buat warga Rohingya di Myanmar sepi dari pengungsi

Pemerintah Myanmar membangun kamp transit bagi warga Rohingya yang mau kembali setelah mengungsi ke Bangladesh akibat kekerasan dialami mereka sejak Agustus lalu. Kamp itu sanggup menampung sekitar 150 pengungsi Rohingya saban hari. PT BESTPROFIT

Namun sehari-hari kamp itu sangat sepi karena warga Rohingya takut kembali ke Myanmar. Pemerintah juga kurang gencar buat meyakinkan mereka untuk kembali dan menjamin keselamatan mereka. BESTPROFIT

“Kami sudah siap menerima mereka kembali sejak Januari kami buka,” ujar Win Khaing, direktur imigrasi di Nga Khu Ra kepada wartawan kemarin, seperti dilansir laman the Straits Times, Sabtu (30/6). BEST PROFIT

Petugas imigrasi yang berada di kamp itu sehari-hari hampir tidak ada yang dikerjakan selain menunggu di ruang kantor yang kosong hanya ditemani peralatan biometrik dan kertas-kertas. Sehari-hari dia hanya menyambut kedatangan para wartawan atau utusan lain yang datang.

Sebanyak kurang dari 200 warga Rohingya kini sudah kembali ke Negara Bagian Rakhine dari sekitar 700 ribu yang mengungsi.

Warga muslim Rohingya mengalami penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan serta desa-desa mereka dibakar aparat keamanan sejak Agustus lalu hingga membuat mereka mengungsi ke Bangladesh. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kekerasan itu sebagai pembersihan etnis.

Myanmar mengaku mereka hanya memburu para militan Rohingya namun yang terjadi di lapangan berbeda.

April lalu pemerintah Myanmar mengumumkan satu keluarga Rohingya terdiri dari lima orang sudah kembali, namun diketahui kabar itu hanya jadi alat promosi pemerintah kepada dunia internasional. Keluarga itu bahkan bisa dikatakan tidak mengungsi keluar Myanmar, hanya berada di perbatasan dan masih di dalam wilayah Myanmar.

Pemerintah setempat bahkan membuat spanduk besar bergambar foto keluarga itu di perbatasan dengan keterangan ‘foto proses repatriasi’.

Dalam beberapa bulan terakhir Myanmar mengatakan puluhan warga Rohingya lainnya sudah dipulangkan setelah menyeberang ke Bangladesh secara ilegal.

Mereka mengatakan warga yang mencoba mengungsi ke Bangladesh naik perahu namun kembali terbawa arus kembali ke Myanmar juga sudah dikembalikan ke keluarga mereka setelah diproses di kamp transit.

Namun Bangladesh tidak mengaku repatriasi semacam itu.

“Proses repatriasi belum mulai,” ujar Komisioner Pengungsi Bangladesh Muhammad Abul Kalam kepada kantor berita AFP. [

Branislav Radojcic diyakini tak bakal alami kendala di Arema FC

Manajemen dan tim pelatih Arema FC sedikit lebih tenang dengan kehadiran pelatih kiper anyar asal Serbia, Branislav Radojcic. Dilansir dari Bola.com, pelatih penjaga gawang anyar ini diyakini tidak akan memiliki kendala seperti saat kiper Arema masih ditangani pelatih asal Brasil, Ricardo Navarro. PT BESTPROFIT

General Manager Arema, Ruddy Widodo, mengakui sebelumnya ada kendala komunikasi antarpelatih ketika masih ada Ricardo. Mulai segi bahasa sampai program kepelatihan. BESTPROFIT

“Sekarang, Branislav (Bane) kan memiliki bahasa yang sama Sehingga komunikasi dengan tim pelatih lebih mudah. Terutama ketika di bench saat pertandingan,” kata Ruddy. BEST PROFIT

Sebenarnya Bane juga memiliki persoalan hanya bisa berbahasa Inggris pasif. Namun, dia tetap bisa berkomunikasi dengan Milan Petrovic menggunakan bahasa Serbia. “Kalau komunikasi dengan kiper dan pemain lain, saya amati dia bisa dengan bahasa sepakbola yang universal,” lanjut Ruddy.

Saat menjalani latihan di Kusuma Agro Wisata, Kota Batu, Bane dibantu kiper seleksi asal Srdan Ostojic. Kiper tersebut fasih berbahasa Ingris. Bane beberapa tahun lalu bisa menggunakan Bahasa Inggris.

Namun, setelah beberapa tahun berkarier sebagai pelatih di Serbia dan Montenegro, dia mengaku agak lupa cara berbicara bahasa Inggris. “Tapi, nanti akan ingat kembali dengan sendirinya,” ujarnya.

Selain itu, untuk program kepelatihan Bane juga tidak akan banyak berbeda dengan pelatih kepala. Sementara Ricardo beberapa kali sempat ditegur saat latihan terutama menjelang pertandingan karena dia masih sering memberikan porsi latihan yang cukup berat dan rawan membuat kiper cedera.

“Sebenarnya Ricardo sudah sering diingatkan tim pelatih. Bukan hanya saat kepelatihan Milan. Tapi, juga Joko Susilo. Saya harap yang sekarang bisa sejalan,” jelas Ruddy.